KBRN Kendari: Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, menghadiri acara Musyawarah Wilayah Ke-7 Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi. Sultra di Hotel Zahra Kendari, Jumat (5/8/2022). Kegiatan tersebut dihadiri wakil ketua umum majelis pimpinan nasional pemuda pancasila yang juga anggota
Kisah Web - Beberapa puisi pemuda harapan bangsa bangsa Indonesia ini bisa memacu semangat atau menjadi pelecut diri untuk pemuda. Sebab pemuda adalah pemegang tongkat masa depan bangsa dan negara. Pemuda punya peranan penting untuk kemajuan bangsa dan negara, lewat kekuatan pemuda, Indonesia bisa maju. Setiap pemuda adalah intan permata bagi negrinya. Harapan tinggi untuk para pemuda agar mereka menjadi sosok generasi yang unggul dan mampu menjadi tokoh yang berguna dimasa yang akan datang. Namun, tak dipungkiri bahwa ada pula pemuda yang tak tau bahwa ia adalah potensi. Mereka hanya larut dalam masa muda yang sia sia dan tak berguna, untuk itulah beberapa puisi ini diciptakan, tujuanya untuk membangkitkan dan menyadarkan bahwa pemuda adalah harapan bangsa. 1 Bangunlah Wahai HarapanPetani menanam padi, ia berharap panen raya Negara merawat pemuda, berharap kelak menjadi penerus bangsaYa, pemuda memanglah penerus bangsaDitanganya, kelak negara akan di amanahkanBangunlah pemuda, bangkitSadarlah akan tanggungjawab dan karuniamuJangan hanya rebahan, lakukanlah perubahanJangan hanya jadi penonton, jadilah aktorPemuda adalah harapan juga agen perubahanKelak para pemuda akan menuliskanNamun ada dua tinta yang akan digunakanTinta emas, atau tinta tinjaBersambungkah ?Dulu pemuda goreskan tinta kejayaanMasa keemasan islam diraihPenjajah dinegeri ini juga dibuat enyahPemuda terdahulu amat gagah dan perkasaKini era baru datang, pemuda lama berganti pemuda baruPemuda old mundurPemuda jaman now datangNamun apakah etos dan gigihnya sama ?Harapan pada pemuda layaknya ayah yang menunggu lahirnya bayiSeperti penyair yang mengharap senjaSeperti pendaki yang merindu gunungBegitulah bangsa mengharap pada para pemudanyaJangan bersambung atau malah ditamatkanBuatlah cerita lebih menarik lagi tentang bangsa iniBuat bangga, buat adidaya buatlah berdaulat secara hakikiBangun dan sadarlah wahai para pemuda3 Masa Depan Negara dan PemudaSoekarno, Hatta bapak prokamator telah tiadaBung tomo juga telah tiadaHabibie, Suharto dan Gusdur juga telah menyusulDiponegoro, Sayuti melik, patimura cut nyak dienRaden intan, jendral sudirman Mereka mereka sudah tiadaKini negera ini ada ditangamu wahai pemudaNanti juga ada ditangamuLalu kenapa engkau begitu ?Kenapa kau masih acuh pada kondisi negeriDulu mereka mereka amat bercucuran darahKini, kenapa kau susah walau hanya meneteskan keringat !!Wahai pemuda, bangun dari ranjangmuPakai baju dan celanamu, gunakan otakmuBukankah masa depan negara adalah masa depanmu juga ?Sobat, demikialah puisi pemuda harapan bangsa, berisi tentang sajak yang semoga bisa menjadi penyemangat dan pematik. Pemuda sebagai tonggak estafet bangsa, pewaris peradaban dunia, maka hancur makmurnya sebuah bangsa di masa depan tergantung kondisi pemuda sekarang. Karyakarya sastra mereka memang akan terus abadi, namun dibutuhkan generasi muda agar semakin banyak lahir puisi, sajak, dan prosa yang menghiasi dunia literasi di Indonesia. Berikut ada 5 sastrawan muda Indonesia dengan karya sastranya yang mungkin menjadi favorit para millenial saat ini. 1. Aan Mansyur. loading... GENERASI MUDAWahai pemuda harapan bangsaPatutkah kau diam seribu bahasaMenghayal tak tentu arahMelamun yang tiada bergunaPerjalanan hidupmu masih panjangMasa depanmu terpampang lebarGunakan usia mudamu dengan kebajikanSebelum menyesal di hari kemudianWahai pemuda penerus bangsaIsi kemerdekaan ini dengan pembangunanMelanjutkan cita-cita para pejuangDemi anak cucu kita yang akan datangAgar mereka ikut mersakanHasil perjuanganBy Saifudin Zuhriloading...MewujudkanGenerasi Muda BEBAS NARKOBA, Hidup 100% Sadar,Sehat,Produktif dan Bahagia - Nawacita. Yaspora NTT Gelar Lomba Menulis Puisi Anti Narkoba, Ini Syarat dan Hadiah!
MALANG - Komunitas teater bersama sejumlah milenial Malang, Jawa Timur kompak menampilkan kesenian drama dan musikalisasi puisi di Lowokwaru. Untuk menyukseskan pergelaran tersebut, pengurus kelompok sukarelawan Srikandi Jatim yang beranggotakan para perempuan milenial itu menggelar kegiatan dengan meriah. Salah satu pengurus Srikandi Jatim Adinda Salsabila mengatakan, peserta yang hadir dan tampil dalam pergelaran kesenian tersebut sangat antusias. Terbukti, ada puluhan pemuda dan pemudi dari berbagai kalangan di Kota Malang ikut meramaikan acara ini. Melalui ajang tersebut, pihaknya ingin para milenial, khususnya perempuan, bisa terus mengembangkan minat dan bakat mereka dalam berkesenian, seperti berpuisi, bermain drama, dan mementaskan musikalisasi puisi. "Alhamdulillah antusiasme peserta yang cukup baik. Kemudian, kami ingin para milenial dapat meningkatkan softskill generasi milenial terutama di bidang kesenian," ujar perempuan berusia 21 tahun ini, dikutip pada Kamis 8/6/2023. Pihaknya mendorong perempuan milenial terus mengikuti perkembangan zaman dengan rutin mengeluarkan potensi mereka melalui seni. "Karena berkembangnya zaman, kita harus dapat mengembangkan minat dan bakat perempuan dalam berkesenian," kata dia. Adinda mengatakan, kegiatan ini juga menjadi wadah dan ruang bagi generasi muda perempuan untuk terus berkreasi dan mengekspresikan diri. "Betul sekali, event ini sebagai wadah untuk meningkatkan dan menunjukkan bakat dan minat teman-teman," ucapnya. Sementara itu, peserta pementasan musikalisasi puisi Erwina Nanda menyambut positif pergelaran kesenian ini. Menurut mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE Malangkucecwara ini, pementasan drama dan musikalisasi puisi dapat makin meningkatkan potensinya dalam kesenian. "Kegiatan hari ini seru, bisa bertemu teman baru. Ini tempat buat kami untuk menyalurkan minat, bakat, dan potensi kami di bidang seni," ucapnya. Perempuan berusia 19 tahun itu berharap pementasan drama dan musikalisasi puisi tersebut dapat digelar di beberapa daerah. "Semoga acara ini tersebar luas di mana pun sehingga kawan-kawan bisa merasakan apa yang kami alami," ucapnya. Ini bukan kali pertama kelompok serupa merangkul para milenial untuk lebih mencintai kesenian. Mereka juga telah menggelar Unjuk Budaya Reog Ponorogo yang berkolaborasi dengan Komunitas Sardulo Suryo Putro dan Sardulo Suryo Gati di Desa Glinggan, Kabupaten Ponorogo. Korwil Srikandi Jatim Cindy Miftakhul mengatakan, kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak muda tentang budaya reog. Selain untuk memperkenalkan budaya, pihaknya juga berusaha menjalin silaturahim dengan puluhan milenial yang terlibat dalam pertunjukan budaya itu. "Reog merupakan kesenian dan tradisi masyarakat Ponorogo yang yang masih hidup dan bertujuan mempererat tali silaturahim masyarakat setempat," ucap dia, demikian dilansir dari Antara. sumber AntaraBACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini