6 Gambas dan buah apel. Menurut beberapa pecinta burung kenari, gambas merupakan makanan yang membantu agar kenari rajin berkicau. Namun meski demikian, pemberian pakan ini hanya boleh dilakukan satu minggu sekali agar tidak mengganggu pencernaan si kenari. Tak hanya gambas, buah-buahan seperti apel juga sangat baik untuk kesehatan dan
Halo pemirsa budiman. Pada minggu siang yang cerah ini, gue mau berbagi sebuah tips yang mungkin bakal berguna bagi lo-lo yang punya piaraan reptil atau insects yang mengharuskan punya stok fresh food seperti ulat hongkong hidup, tapi ngga selalu dipake tiap hari. Contohnya kek tarantula gue.. mereka makanannya ulet hongkong tapi cuma butuh dikasih makan seminggu sekali. Gamungkin kan lo tiap minggu minta beli ulet hongkong di tukang burung cuma sebiji 2 biji? Sepengalaman gue, tukang burung mau jual seribu perak untuk segenggam ulet hongkong itu udah baek banget. Di tempat gue, si tukang burung matok harga minimal 15rebu untuk sebungkus ulet hongkong yang mana dalam seminggu palingan cuma gue butuhin 3-4 ekor. Dan 15 rebu itu lo udah dapet beratus2 ulet hongkong. Awal-awalnya, gue selalu merasa kasian sama si ulet hongkong karena mereka sering siasia hidupnya alias mati gitu aja setelah seminggu. Mulai dari kurang udara, disemutin, sampe gaktau lah kenapa pokonya mati mulu. Selain gamau menyia-nyiakan nyawa para ulat itu lebih jauh, gue juga ngerasa rugi aja beli 15rb per dua minggu. Harusnya ada cara lebih baik buat menyimpan ulat2 ini agar tetap hidup. So I did my research, and came up with an easy solution that has proven to be working. Sekarang, gue udah 4 bulan ga beli ulet hongkong dan stok ulet gue masih cukup untuk hewan piaraan gue. Kuncinya adalah 3 Storage, Sirkulasi udara yang cukup, dan bedding. Storage dan Sirkulasi Udara Ini adalah tempat dimana lo menyimpan ulat hongkong. Storage ini sebenernya bebas, asal jangan terlalu teplek. Sebenernya plastik kotak kuekue gitu juga bisa dipake. Atau kalo lu modal dikit, pake kotak makan biasa gitu udah cukup. Kalo gue nyaranin pakek yang inian aja biar murah meriah hampir gapake modal. Bisa minta ke nyokap, tetangga, ato bekas lu beli makanan. source pic google Yang penting atasnya kebuka. Jangan ditutup pake apapun biar sirkulasi udaranya bagus. Trus, yang terpenting lagi, taro di tempat yang pasti gak disemutin. Bisa pake kapur semut, pokona gimana caranya lo taro tempat ulet ini di tempat yang tak terjangkau semut. Kalo lo kesulitan membasmi semut, bisa coba pake racun semut biar semutnya hilang hingga ke sarang2nya. Gue pernah pake, mayan ampuh. Bedding Ulet hongkong ini pada dasarnya dekomposer. Dia pemakan segala, bahkan bangkai teman-temannya yang lain pun bisa dia makan dan udahannya, apapun yang dia makan bakalan jadi kayak serbuk2 gitu. Bedding ini berfungsi selain buat makanan si ulet hongkong, menurut gue juga bisa mengurangi bau yang ditimbulkan ulet hongkong yang saling bertumpukan dan mati. Karena mengurangi bau, juga membantu mengurangi kedatangan semut yang tak diharapkan. Lu bisa menggunakan beberapa opsi untuk bedding ini. Biasanya, kalo beli di tukang burung langsung dapet semacam voer / dedak kayak pakan ayam gitu. Tapi menurut gue itu gak cukup. Kalo gue, berhubung suka makan oatmeal dan punya stok oatmeal banyak, gue kasih quacker oat murah yang gue beli di indomaret itu sedikit buat bedding ulet hongkong. Tapi kalo lu ga semodal itu dan ga serela itu berbagi makanan semewah oatmeal sama ulet hongkong, bisa juga pake tepung. Itupun lo gaperlu sering-sering ngasih. Sebulan / 2 bulan sekali aja cukup. Karena toh nantinya hasil dekomposisi ulet2 itu bakalan jadi bedding mereka juga. Makanan Tambahan Opsional Sesekali, ulet2 ini bakalan gue kasih potongan timun yang gue dapat sewaktu gue beli nasi goreng yha, maap gue kadang bisa ga modal juga. Atau kalo lagi baek, gue suka kasih potongan wortel dan sayuran buat minumnya ulet2 itu. Tapi gue mendapati kalo sebenernya tanpa itu pun mereka bisa bertahan. Karena gue pernah lupa ngasih selama berbulan2, dan ulet gue masih idup aja. Walopun gak segendut dahulu kala. Tetap, gue menyarankan agar paling ga seminggu sekali lo kasih ulet2 itu sayuran yang berkadar air lumayan tinggi. Verdict Dengan tips2 yang gue kasih di atas, udah 4 bulan berlalu dan gue udah ga pernah beli ulet hongkong lagi. Emang jumlah ulet gue berkurang dari sewaktu gue beli karena seiring waktu pasti ada yang mati, tapi mereka akan beregenerasi dengan lumayan cepat. Gue meletakkan ulet itu di dalam tempat yang kering, gelap, bebas semut, trus gue kasih sedikit pengharum lemari. That’s enough. Baunya juga ga terlalu mengganggu setelah gue kasih bedding. Berhubung ulet hongkong ini adalah larva dari darkling beetle, selama penyimpanan lo bisa ikut melihat sikus hidup mereka mulai dari ganti kulit, fase pupa, sampe jadi kepik item. Well, science lessons there. Tapi jan takut. Kepiknya gabisa terbang. Dan selama gue nyimpen mereka di bawah lemari baju kosan gue tapi di kompartemen terpisah, ga pernah ada cerita baju gue dikepikin… atau terserang kepik, ato jadi bau. So, I guess it’s pretty safe. piaraan gue dan ulet hongkongnya Selamat menyimpan ulat hongkong, dan semoga piaraannya tetep bahagia!
KINGMEALWORM ULAT KERING HONGKONG makanan sugar glider landak mini di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Beli KING MEALWORM ULAT KERING HONGKONG makanan sugar glider landak mini di pets_equipment. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia!
Ulat hongkong adalah termasuk salah satu makanan favorit hewan peliharaan seperti burung pemakan serangga, reptile dan ikan hias, karena ulat hongkong memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi hewan peliharaan. Buat anda yang berminat budidaya ulat hongkong bisa membaca artikel sebelumnya yaitu Cara ternak ulat hongkong agar sukses. Salah satu kunci sukses dalam usaha ternak ulat hongkong adalah kesabaran serta ketelatenan, hal ini dikarenakan siklus atau perkembangan ulat hongkong yang dimulai dari telur hingga menjadi kumbang atau kepik, terbilang cukup lama, yaitu sekitar 3-6 bulan. Baca disini Artikel atau pembahasan yang anda cari Dalam setiap usaha tentu memiliki rintangan atau masalah, termasuk juga dalam usaha ternak ulat hongkong, dan untuk mengetahui penyebab kegagalan ternak ulat hongkong yang sering dirasakan para peternak adalah seperti berikut 1. Ulat hongkong dimakan predator lain Hewan predator yang sering memakan ulat hongkong adalah semut, cicak dan tikus, hewan tersebut jika tidak dibasmi atau dicegah, akan dapat memakan bahkan menghabiskan bibit ulat hongkong dan dapat mengakibatkan usaha kita rugi atau bangkrut. Cara mencegah agar semut tidak masuk kandang ulat hongkong Memberi oli atau air pada kaki rak tempat kandang ternak dengan menggunakan botol atau yang lainnya, tujuannya agar semut tidak bisa naik melalui tiang tersebut, Memberikan jarak antara rak dan tembok, agar semut tidak bisa masuk kandang melalui tembok. Cara mencegah cicak atau tikus agar tidak masuk kandang ulat hongkong Memasang kawat nyamuk pada dinding rak pada bagian samping kiri-kanan dan belakang, sedangkan untuk bagian depan dibuat pintu yang juga dipasang kawat nyamuk, tujuannya agar sirkulasi udara tetap lancar, cicak dan tikus tidak bisa masuk kekandang. 2. Ulat hongkong banyak yang mati Terkadang sering kita jumpai ulat hongkong berwarna hitam dan menjadi kering atau mati, biasanya disebabkan oleh kondisi suhu kandang yang terlalu panas, sehingga membuatnya tidak bisa bertahan hidup. Cara mengatasi agar ulat hongkong tidak cepat mati Menempatkan rak ditempat yang teduh, tetapi tidak boleh terlalu dingin, karena suhu yang terlalu dingin juga bisa mengakibatkan ulat hongkong mati, Jangan terlalu banyak memasukkan ulat hongkong kedalam boks, karena kepadatan populasi juga bisa menyebabkan kematian pada ulat hongkong, Memberikan pakan tambahan yang mengandung banyak air, sebagai minumnya agar ulat hongkong tidak kekurangan air saat cuaca panas, Usahakan untuk membuat sirkulasi udara dalam kandang lancar, agar udara selalu segar dan bersih. 3. Kumbang atau kepik cepat mati Kelemahan dalam beternak ulat hongkong bukan hanya terjadi pada saat ulat masih berupa telur atau saat menjadi ulat dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada saat ulat hongkong sudah menjadi kumbang atau kepik, yaitu kumbang cepat mati atau umurnya pendek. Apabila ini terjadi, maka kemungkinan untuk mendapatkan bibit-bibit yang baru bisa berkurang karena kumbang yang akan menghasilkan telur umurnya pendek, sehingga produksi telur berkurang. Masalah ini terjadi biasanya disebabkan karena ulat hongkong terlalu cepat berubah menjadi pupa atau kumbang, bisa juga dibilang prematur, sehingga apabila menjadi kumbang umurnya akan pendek. Cara mengatasi agar kumbang tidak cepat mati Salah satu penyebab ulat hongkong cepat berubah menjadi pupa atau kumbang adalah karena tingkat stress yang tinggi, dan penyebab stress tersebut salah satunya adalah populasi yang terlalu padat dalam boks. Solusinya adalah jika anda menggunakan boks dengan ukuran 60x40cm, idealnya cukup diisi sekitar 250gram bibit ulat hongkong, Sedangkan untuk ukuran boks tersebut jika ingin anda gunakan sebagai tempat bertelurnya kumbang, cukup isi sekitar 100gram kumbang setiap boksnya, tujuannya agar tidak terlalu padat dan tidak menyebabkan kumbang cepat mati, Serta jangan lupa berikan pakan yang berkualitas agar pertumbuhan ulat hongkong normal, untuk makanannya bisa anda baca pada artikel saya sebelumnya yaitu Makanan yang baik untuk ternak ulat hongkong agar cepat panen. Itulah beberapa kendala atau kelemahan tentang ternak ulat hongkong yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat dan sukses TERIMA KASIH.
CaraTernak Ulat Hongkong. Cara Ternak Ulat Hongkong - Indukan, Makanan, Kelemahan, Bisnis - Bagi para pemilik burung berkicau, khususnya yang sering di beri pakan ulat sebagai Extra Fooding. Tentu anda tidak asing lagi dengan ulat Hongkong. Walaupun agak menjijikan, tapi peluang usaha budidaya ulat hongkong ini cukup menjanjikan.
Ulat Hongkong adalah salah satu jenis pakan yang banyak digunakan oleh para penggemar burung kicau. Namun, seringkali ulat Hongkong yang diberikan tidak tahan lama dan cepat mati. Hal ini tentu saja membuat pemilik burung kecewa dan harus sering membeli ulat Hongkong yang baru. Namun, sebenarnya ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk membuat ulat Hongkong tidak mati begitu cepat. Menghindari Suhu yang Terlalu Dingin Ulat Hongkong sangat sensitif terhadap suhu yang terlalu dingin. Oleh karena itu, sebaiknya jangan menyimpan ulat Hongkong di tempat yang terlalu dingin seperti kulkas atau freezer. Sebaiknya simpan ulat Hongkong di tempat yang suhunya cukup stabil dan tidak terlalu dingin. Menjaga Kelembaban Pakan Kelembaban pakan juga sangat berpengaruh terhadap kualitas ulat Hongkong. Jangan terlalu sering memberikan air pada ulat Hongkong karena hal ini bisa membuat pakan menjadi terlalu basah dan mudah busuk. Sebaiknya berikan air pada wadah tempat ulat Hongkong berada dan jangan langsung pada pakan. Memilih Ulat Hongkong yang Sehat Memilih ulat Hongkong yang sehat juga sangat penting untuk membuat pakan tidak cepat mati. Pilih ulat Hongkong yang segar dan berwarna kecoklatan. Hindari memilih ulat Hongkong yang warnanya terlalu pucat atau terlihat lesu. Memberikan Makanan Tambahan Selain ulat Hongkong, burung kicau juga membutuhkan makanan tambahan agar tetap sehat dan aktif. Berikan makanan tambahan seperti buah-buahan, sayuran, atau serangga kecil lainnya. Dengan memberikan makanan tambahan, burung kicau akan mendapatkan nutrisi yang lebih lengkap dan tidak terlalu bergantung pada ulat Hongkong. Menyimpan Pakan dengan Benar Menyimpan pakan dengan benar juga sangat penting untuk membuat ulat Hongkong tidak cepat mati. Sebaiknya simpan ulat Hongkong di wadah yang kedap udara dan rapat. Jangan menyimpan ulat Hongkong bersama dengan makanan lain atau di tempat yang terlalu lembab. Memberikan Porsi yang Cukup Memberikan porsi yang cukup juga penting untuk membuat ulat Hongkong tidak cepat mati. Jangan memberikan terlalu banyak atau terlalu sedikit ulat Hongkong pada burung kicau. Sebaiknya sesuaikan porsi dengan kebutuhan burung kicau. Membersihkan Wadah Pakan Membersihkan wadah pakan juga penting untuk menjaga kualitas ulat Hongkong. Bersihkan wadah pakan secara rutin dan jangan biarkan sisa-sisa pakan menumpuk di dalamnya. Hal ini dapat membuat pakan menjadi cepat busuk dan membuat ulat Hongkong mati. Menjaga Kebersihan Lingkungan Kebersihan lingkungan juga penting untuk menjaga kualitas ulat Hongkong. Jangan biarkan lingkungan sekitar kandang burung kicau menjadi terlalu kotor atau lembab. Hal ini dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur yang dapat membuat ulat Hongkong cepat mati. Memperhatikan Kondisi Burung Kicau Memperhatikan kondisi burung kicau juga penting untuk membuat ulat Hongkong tidak cepat mati. Burung kicau yang sehat dan aktif akan lebih baik dalam mencerna makanan dan membuat ulat Hongkong tidak cepat mati. Oleh karena itu, perhatikan kondisi burung kicau dan berikan perawatan yang baik. Menghindari Penggunaan Pestisida Penggunaan pestisida juga bisa membuat ulat Hongkong cepat mati. Hindari penggunaan pestisida di sekitar kandang burung kicau atau tempat penyimpanan pakan. Jika memang harus menggunakan pestisida, pastikan penggunaannya tidak berlebihan dan aman untuk burung kicau. Mengganti Pakan Secara Rutin Terakhir, mengganti pakan secara rutin juga penting untuk menjaga kualitas ulat Hongkong. Jangan biarkan pakan yang sudah lama terlalu lama disimpan. Sebaiknya ganti pakan secara rutin dan sesuai dengan kebutuhan burung kicau.
2 bln. Dari analisa di atas dapat disimpulkan apabila bisnis budidaya ulat jerman sangat menguntungkan dimana modal Rp 5.199.700 dengan kentungan per bulan Rp 5.199.700 dan balik modal dalam 2 bulan. Bisnis budidaya ulat jerman ini tidak akan lancar jika tidak menggunakan mesin hand sprayer cairan dalam pengolahannya.
Makanan ulat kandang agar tidak cepat matiAkhir-akhir ini permintaan ulat kandang semakin banyak diminati, hal ini tidak mengejutkan karena ulat kandang adalah pakan yang bermanfaat bagi burung kicau. Dengan adanya peningkatan permintaan ulat kandang ini, banyak orang yang mulai berbudidaya dan menjual ulat tersebut. Contohnya seperti jika Anda ingin ternak untuk dijual atau dipakai sendiri, pasti bisa menghemat pengeluaran biaya pembelian pakan dan mendapat keuntungan dari hasil penjualan ulat kandang yang telah tumbuh banyak adalah dua keuntungan yang bisa diperoleh jika ulat kandang bisa bertahan dan hidup memastikan ulat kandang bertahan lama dan tidak cepat kering, kita perlu mencari penyebabnya. Caranya mudah, yaitu dengan memberi makanan yang cukup, tempat untuk berlindung dan menyiram ulat kandang dengan air sedikit menggunakan alat semprot. Dengan demikian, tempat tidak akan terlalu kering atau lembab, sehingga ulat kandang akan lebih sehat dan bertahan lama. Tentunya, ini akan lebih menguntungkan dibandingkan jika ulat kandang mati cepat. Lalu apa makanan ulat kandang agar tidak cepat mati?Sebagaimana terlihat pada gambar, tempat yang digunakan untuk menyimpan ulat kandang terbuat dari bahan plastik. Percobaan ini sudah saya lakukan selama 2 minggu dengan membeli ulat kandang di penjual pakan burung. Walaupun ada ulat yang mati dalam jumlah kecil, hal ini masih wajar karena ulat kandang masih banyak yang juga ” Berikut ini Hewan Aneh dan Misterius yang Ditemukan di Dunia, Pasti Anda Belum Pernah Lihat !!! “Tadinya bingung mau memberi makanan apa pada ulat kandang agar mereka mau makan dan tumbuh sehat. Setelah tahu cara agar ulat kandang tidak cepat mati, rasanya ingin sekali berbagi pengalaman ini dengan teman-teman semua. Tentunya, dengan demikian kita semua akan menambah pengetahuan dan ilmu baru tentang ternak ulat apa yang harus kita berikan sebagai makanan ulat kandang agar tidak cepat mati? Baik oleh peternak maupun oleh pemelihara burung kicau yang hanya ingin memperpanjang umur ulat kandang agar tidak cepat mati. Inilah makanan-makanan berikut ini untuk membuat ulat kandang kita semakin sehat dan bertahan hanya beberapa jenis makanan yang sudah dicoba, sebagai alternatif atau cara ini terbukti dapat membuat ulat kandang bertahan hidup. Jadi, jangan takut untuk mencoba cara-cara baru untuk memperpanjang umur ulat kandang ya!Inilah makanan ulat kandang agar tidak cepat mati Dedak, bekatul atau sekam padiKulit pisang untuk tempat bersembunyi dan boleh juga diberikan dengan buahnyaPur ayamSayuranWortelTips Agar Ulat Kandang Tidak Cepat MatiTips lainnya selain makanan untuk menghindari kematian ulat kandang yang terlalu cepat mati adalah sebagai berikut, beberapa saran yang dapat dilakukan Pastikan kandang ulat diberi udara yang cukup dan tidak terlalu lembab, karena kelembapan yang tinggi dapat menyebabkan ulat menjadi mudah makan ulat kandang secara teratur sesuai dengan kebutuhan lupa membersihkan kandang ulat secara teratur, untuk menjaga agar tidak terdapat kotoran atau melakukan hal-hal di atas, Anda dapat membantu menjaga ulat kandang agar tidak mati terlalu menjadi seorang peternak ulat kandang yang serius? Belilah bibit ulat kandang dari penjual yang terpercaya. Jika masih dalam tahap uji coba, coba pisahkan ulat kandang dengan kepik kumbang untuk melihat apakah mereka masih dapat berkembang biak setelah Ternak Ulat KandangTempat PengembangbiakanMau melakukan pengembangbiakan ulat jenis ini? Jangan lupa persiapkan wadah atau kandang yang akan digunakan! Bisa berbentuk persegi dengan ukuran 1 x 1 m, dibuat dari kayu papan, triplek, atau bahkan bahan plastik. Tapi ingat, ulat jenis ini lebih suka kondisi panas, lho. Oh ya, satu wadah bisa ditempati oleh 1 kg kepik maupun IndukanSetelah selesai membuat kandang, tahap selanjutnya adalah mempersiapkan indukan untuk pengembangbiakan ulat kandang. Caranya mudah, cukup membeli indukan di penjual pakan Ulat Kandang Agar Tidak Cepat MatiIngin ternak ulat kandang kita berjalan lancar? Pastikan ulat kandang tersebut mendapat pakan yang cukup dan sehat! Beberapa makanan yang mudah diperoleh seperti papaya mentah, ubi, bengkoang, dan lain-lain bisa diberikan pada ulat Ulat Membuat Kandang SendiriMau tahu bagaimana ulat kandang berubah menjadi kepik? Cukup biarkan saja ulat tersebut, maka dengan sendirinya ia akan berubah menjadi kepik. Namun, perlu diingat bahwa ukuran tubuh kepik lebih kecil daripada saat ia masih berupa ulat. Jadi, jangan kaget jika kepik yang terlahir dari ulat kandang kita terlihat lebih kecil dari yang Merawat Ulat KandangTernak ulat kandang juga membutuhkan perawatan, seperti hewan lainnya. Caranya, berikan pakan kepada ulat kandang sebanyak dua kali sehari. Pakan yang diberikan bisa berupa makanan alami atau bahan kimia, tergantung kebutuhan dan preferensi kita. Jadi, jangan lupa untuk rajin memberi makan ulat kandang, supaya cepat Ulat Kandang Untuk BurungUlat jenis ini memiliki gizi yang lebih tinggi dibanding ulat Hongkong, meskipun populernya masih di bawah ulat Hongkong. Namun, banyak orang yang menggunakan ulat ini sebagai pakan burung kicauan, terutama burung murai, kacer, pleci, cucak ijo, cendet, bahkan burung ciblek. Kandungan protein yang terdapat dalam tubuh ulat tersebut sangat berguna bagi burung kicauan, membuat kondisi burung lebih segar dan bunyi burung lebih merdu, nyaring, serta lebih rajin berkicau. Jadi, jangan ragu untuk memberikan ulat jenis ini sebagai pakan burung hari ulat kandang panen?Waktu yang diperlukan untuk panen ulat kandang bisa bervariasi tergantung pada faktor seperti jenis ulat, suhu, kelembaban, dan cahaya yang tersedia. Namun, umumnya ulat kandang dapat panen dalam waktu sekitar 20 hari jika diberikan perawatan yang tepat. Jadi, meskipun tidak lama, Anda masih perlu memperhatikan pemeliharaan ulat kandang agar pertumbuhannya artikel mengenai makanan ulat kandang agar tidak cepat mati, semoga bermanfaat dan menjadi bekal pengetahuan anda ketika beternak ulat kandang. terima kasih dan salam lestari.
Halitu menjaga agar ulat tidak bisa keluar dari kotak. Baca juga: Belajar Budidaya Ulat Hongkong untuk Pakan Burung: Harga dan Apa Bedanya dengan Ulat Jerman. 2. Tempatkan ulat hongkong di wadah berbeda. Ulat Hong Kong mengalami metamorfosis yang sempurna. Ulat Hongkong berada di fase larva setidaknya selama 8-10 minggu.
Ternak yang satu ini memang beda dan tidak biasa. Namun, selama burung kicauan masih menjadi hobi dan dibudidayakan oleh masyarakat, bisnis ternak ulat hongkong akan tetap memiliki prospek yang bagus. Pasalnya, ulat hongkong atau mealworm adalah pakan burung yang banyak mengandung protein dan burung, binatang peliharaan lainnya yang lazim diberi makan jenis ulat ini adalah ikan, reptil, bahkan manusia. Ya, kebutuhan manusia akan protein dan omega-3 menjadikan ulat hongkong sebagai alternatif untuk memenuhinya. Di Korea, ulat hongkong diolah menjadi makanan yang lazim dikonsumsi manusia seperti pizza, pasta, bubur, dan Anda yang tertarik untuk beternak ulat hongkong, peluang bisnis ini masih terbuka lebar. Namun, sebelum Anda memulainya, terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan. Apa sajakah itu? Simak tahap-tahapnya di bawah Juga 5 Tips Sukses Beternak Ayam Sistem Closed HouseTahap persiapanLangkah pertama yang harus dilakukan adalah menyediakan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat tempat perkembangbiakan ulat hongkong. Bahan seperti kayu, triplek, dan lakban cokelat disiapkan untuk membuat tempat sejenis lakban adalah melapisi kayu agar ulat tidak keluar melalui sela-sela sambungan antar kayu dan triplek. Selanjutnya, buatlah rak bertingkat untuk menempatkan sejumlah nampan tempat ulat hongkong pemilihan bibit atau indukanPenting untuk diperhatikan agar memilih induk yang tidak lebih dari 2 kg agar ulat yang akan menjadi kepompong,ukurannya besar seragam rata-rata panjang 15 mm dan lebar 4 mm. Ulat dewasa dengan rata-rata panjang 15 mm dan lebar 3 mm akan secara bergantian menjadi kepompong dalam 7-10 kepompong dari ulat dewasa dilakukan setiap 3 hari sekali dan ditempatkan pada nampan terpisah agar menjadi kumbang secara serentak. Pilih kepompong yang sudah berwarna putih kecokelatan. Pasang koran sebagai alas dan penutup pada nampaDalam jangka waktu 10 hari,kepompong akan berubah menjadi kumbang. Sayap hitam mengkilap merupakan ciri kumbang yang siap untuk ditelurkan. Tempatkan kumbang sekitar 250 gr pada 1 nampan yang sebelumnya dialasi kapas sebagai media untuk pembibitan berlangsung selama 7 hari. Kumbang akan diturunkan setelah 7 hari dengan cara memisahkannya dari kapas. Tempatkan kapas baru untuk kumbang yang lepas dan begitu seterusnya. Tingkat kematian kumbang rata-rata mencapai 2-4% dalam proses sekali yang berisi telur dipisahkan ke dalam wadah/nampan tersendiri agar telur menetas dalam waktu kurang lebih 10 hari. Setelah berusia 30 hari, barulah ulat dipisahkan dari juga 3 Cara Efektif Mengendalikan Hama Ulat BawangPerawatan dan pemberian makanSumber dan suhu kandang yang ideal yaitu 29-30°C dapat memberikan kesuburan bagi perkembangbiakan ulat hongkong. Selain itu, beberapa jenis pakan yang dapat diberikan antara lain ampas tahu, bekatul, sayuran seperti selada, serta buah-buahan seperti labu dan tahu dan bekatul dedak cocok diberikan untuk jenis ulat bibit. Pemberian pakan pada ulat bibit tidak boleh terlalu banyak, cukup 500 gr setiap 4 hari sekali. Cara memberikan makanan adalah dengan dikepal-kepal menjadi 3 bagian agar tidak menimbun ulat yang biasanya menjadi penyebab kepompong menjadi Juga Ini Dia 10 Alasan Beternak Ayam KampungLain halnya jika masih berbentuk kumbang, pemberian pakan dilakukan 3 hari sekali seberat 100 gr dengan cara menyebar secara merata di atas jenis sayuran hijau seperti selada dapat diberikan pada ulat kecil yang masih dalam kapas. Sebelum diberikan, sayuran tersebut harus dijemur sampai setengah kering. Pada saat ulat sudah keluar dari kapas, pakan biasa ampas tahu atau dedak diberikan sebanyak 1 kg dengan cara dikepal dan disebar secara ulat berumur 30-60 hari dengan panjang 6 mm dan diameter 1,5 mm, satu nampan pembiakan diberikan pakan sebanyak 2 kg. Untuk ulat dewasa beumur 60-90 hari, pakan yang diberikan sebanyak 1,5-2 kg per catatan, ulat hongkong akan memakan temannya sendiri yang lebih kecil jika tidak tersedia makanan yang cukup. Untuk itu, pemeriksaan ketersediaan makanan harus rutin itu, pada saat ulat berbentuk kepompong, tidak memerlukan makanan dan untuk proses pemisahannya dapat dilakukan dengan menggunakan penyaringan. Jika tahapan di atas sudah dilakukan, maka saatnya memasuki tahap pemanenanSumber ini adalah catatan hasil produksi yang dapat dicapai jika tahapan dari proses pembibitan sampai dengan perawatan berjalan sesuai dengan panduan di atas. Dengan induk ulat dewasa berusia 90 hari sebanyak 1 kg, akan menghasilkan kepompong sebanyak 900 gr secara bertahap selama 10 kali sebanyak 900 gr mampu menghasilkan 700 gr kumbang yang sehat dan siap bertelur. Ulat bibit sebanyak 1 kg akan menghasilkan 33,1 kg ulat dewasa siap jual dengan rincian kebutuhan bahan dan syarat sebagai berikutKematian kumbang maksimal 1 % disertai penyediaan pakan yang bagus dan terjamin;Pakan yang dibutuhkan untuk 1 kg induk sampai habis terjual adalah 50 kg ampas tahu kering dan dedak bekatu sebanyak 5 kg;Ampas tahu basah akan menyusut setelah diperas dari 25 kg menjadi 15 kg kering dengan kadar air 15 %.Selain tahapan budidaya yang sudah diuraikan di atas, ada beberapa tips tambahan yang tak kalah penting untuk diketahui oleh pemula yang akan membudidayakan ulat hongkong ini. Kemungkinan munculnya penyakit selama proses budidaya perlu diketahui dan diwaspadai. Ciri-ciri penyakit yang biasa menyerang dan cara mengatasinya adalah sebagai berikutKulit ulat berwarna kuning kehitaman, dapat diatasi dengan mengurangi pemberian pakan jenis daun-daunan dan dedak bekatul.Ulat mati berwarna merah. Karena sifat penyakit ini menular, maka harus segera diatasi dengan tidak memberi pakan yang terlalu basah. Lakukan pemberian makan dengan pakan yang kadar airnya mati berwarna hitam yang biasanya disebabkan oleh pemberian makan dengan cara disebar. Kondisi ini terjadi pada ulat dewasa dengan usia 1-3 bulan. Cara untuk mengatasinya dengan mengepal-ngepal makanan yang akan diberikan ke tahapan yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis budidaya ulat hongkong. Sederhana bukan? Selamat mencoba dan sukses untuk juga 6 Langkah Sukses Beternak BebekSumber gambar utama Penulis Dhani Dwi RachmantoSudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.
Lalusaya beri nutrisi tersebut kedalam pakan, dan hasilnya setelah 1 mingguan, katak sudah tidak ada yang mati, kalaupun ada hanya 1 ekor , itupun tidak tiap hari ada yang mati. Saya total katak 1.000 ekor tersebut yang mati hanya 43 ekor saja sampai panen. Bila kita kalkulasi, prosentase kematian hanya sebesar 4,3%. Lumayan bagus kan !!!.
Karena banyaknya pertanyaan yang masuk yaitu tentang makanan ulat hongkong yang baru menetas, makanan ulat hongkong dewasa, serta makanan kumbang atau kepik dari ulat hongkong, sehingga membuat saya harus membeberkan rahasia makanan ulat hongkong agar cepat besar dan panen. Memang pakan adalah merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sukses tidaknya sebuah usaha peternakan, termasuk usaha ternak ulat hongkong, baca juga Cara ternak ulat hongkong agar sukses, dan Kendala ternak ulat hongkong. Ulat hongkong sebenarnya mau memakan apa saja yang anda berikan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, voer/pellet, bahkan ampas tahu dan yang lainnya, tetapi semua itu tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Lalu sebenarnya apa sih makanan ulat hongkong yang baik, agar cepat besar dan bisa cepat panen?. Ini dia rahasianya,,,,. berdasarkan pengalaman pribadi saya selama menekuni usaha ternak ulat hongkong, makanan yang bagus untuk ulat hongkong adalah voer/pellet BR 1. Voer ini biasanya diberikan untuk pakan anak ayam dan berbentuk butiran, sedangkan untuk minumnya saya memberikan labu jepang, ada juga yang menyebutnya labu siam. Baca disini Artikel atau pembahasan yang anda cari Cara memberikan pakan ulat hongkong Cara memberikan makan ulat hongkong sebenarnya sangat mudah, yaitu hanya dengan menaburkan voer/pellet kedalam kotak/bok tempat ulat hongkong, sedangkan untuk takaran tidak ada pedoman yang pasti, saya hanya menggunakan filling kira-kira habis dimakan sekitar 1-2 hari. Tambahkan juga labu jepang atau labu siam yang sudah dipotong kecil-kecil, ukurannya sekitar 1-2 cm untuk minumnya, sedangkan untuk memberikan pakan selanjutnya harus menunggu pakan yang diberikan sebelumnya sampai benar-benar habis, kemudian dibersihkan dan diberikan pakan yang baru lagi. Keuntungan memberikan pakan voer BR 1 untuk ternak ulat hongkong Keuntungan atau kelebihan yang saya dapatkan selama menggunakan pakan voer BR 1 pada ternak ulat hongkong diantaranya sebagai berikut 1. Pakan lebih mudah didapat Karena voer BR 1 mudah kita dapatkan yaitu dipetshop atau ditempat penjual pakan ternak pasti ada dijual, sehingga tidak menghabiskan waktu untuk mencarinya. 2. Tidak mudah basi Karena voer BR 1 ini bentuknya butiran dan kering sehingga tidak mudah basi jika dibandingkan dengan menggunakan ampas tahu. 3. Tidak mudah berjamur Hampir sama alasannya dengan nomer 2 yaitu karena teksturnya kering sehingga tidak mudah tumbuh jamur. 4. Kandungan nutrisinya lengkap Keuntungan lainnya adalah karena voer BR 1 adalah buatan pabrik, jadi jelas kandungan nutrisinya sudah teruji dan terjamin kelengkapannya. 5. Ulat hongkong cepat tumbuh besar Ini juga karena nutrisi atau vitamin dari pakan tersebut lengkap, sehingga ulat hongkong cepat besar dan bisa lebih cepat dipanen. Itulah beberapa keuntungan yang saya rasakan selama menggunakan pakan voer BR 1 untuk ternak ulat hongkong, dan kemungkinan masih ada keuntungan lainnya yang belum saya ketahui. “Saya menggunakan voer BR 1 untuk semua usia ulat hongkong, mulai dari ulat hongkong yang baru menetas, ulat hongkong dewasa, sampai ulat hongkong yang sudah berubah menjadi kumbang/kepik, jadi tidak perlu diganti. Kalkulasi ternak ulat hongkong menggunakan pakan voer BR 1 Kalkulasi atau perhitungan ini berpatokan pada usaha yang saya geluti dan usaha ini sudah berjalan sekitar 2 tahun. Saya memiliki sekitar 750 bok/kotak ulat hongkong, Dalam satu minggu saya bisa panen dan menjual sekitar 23-25 kg ulat hongkong, Harga jual ulat hongkong didaerah saya sekitar 100 ribu/kg, Jadi dalam satu minggu saya mendapat pemasukan sekitar Dipotong biaya pakan yaitu untuk pembelian voer/pellet BR 1 dan labu siam sekitar 700 ribu, Jadi pendapatan kotor dalam 1 minggu adalah – = Kalkulasi diatas sudah pasti berbeda-beda dengan daerah anda tergantung harga pakan dan harga jual ulat hongkong didaerah anda masing-masing. Usaha ini saya jalankan sebagai usaha sampingan dan istri saya yang membantu mengelolanya, jadi saya tidak membayar pegawai dan hasilnya lumayanlah bisa untuk menambah pemasukan. Bagi pemula atau buat yang ingin mencobanya silahkan dicoba dan bandingkan hasilnya dengan pemberian pakan yang selama ini anda gunakan, semoga hasilnya memuaskan. Demikianlah sedikit ulasan tentang makanan ulat hongkong agar cepat besar dan panen yang bisa saya sampaikan, semoga artikel ini bermanfaat, TERIMA KASIH.
berbagaimacam pakan kucoba, masih gak begitu nafsu makannya, sampai akhirnya kucoba dg ulat hongkong. awalnya aku ragu, karena banyak yg bilang ulat hongkong itu panas (bisa bikin bola mata keluar) + melukai pencernaan (bisa bikin ambeien). ada pula yg bilang, ulat hongkong bagus2 saja utk pakan aro. (secukupnya) agar alas Ulat tidak basah
Tahukah Anda bagaimana Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong? Di dunia ini banyak sekali jenis ulat yang berguna dan dapat dimanfaatkan oleh manusia, seperti salah satunya ulat sutera. 8 Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula Itulah mengapa ulat juga menjadi binatang yang seringkali dibudidayakan, sama seperti hewan-hewan konsumsi yang lain. Salah satu jenis ulat yang juga banyak diternak di Indonesia adalah ulat hongkong. Ulat ini banyak dibudidayakan karena pasarannya yang lumayan, khususnya jika digunakan untuk pakan burung. Jika Anda tertarik untuk mulai berternak ulat hongkong, berikut ini ada beberapa cCara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong yang bisa dipraktekan. 1. Memilih induk Hal pertama yang harus dilakukan oleh peternak ulat hongkong adalah memilih indukan. Sama seperti memelihara hewan yang lain, indukan ulat hongkong juga harus memiliki kualitas yang baik agar bisa membuahkan ulat hongkong yang juga memiliki kualitas baik. Jumlah ulat hongkong yang akan digunakan sebagai indukan sendiri usahakan tidak lebih dari 2 kg. Hal ini bertujuan agar ulat hongkong tersebut bisa menjadi kepompong dalam ukuran yang besar-besar. Biasanya, indukan yang baik memiliki panjang sekitar 15 mm dan lebar rata-rata 4 mm. Untuk pakan ulat induk sendiri Anda bisa memberi dedak, pur, atau ampas tahu sebanyak setengah kilogram untuk kurun waktu sekitar 4 hari sekali. 2. Pemisahan kepompong Indukan ulat hongkong tersebut akan berubah menjadi kepompong seminggu kemudian. Dan jika sudah menjadi kepompong, Anda harus memisahkannya ke tempat lain yang sudah dilapisi dengan koran. Pemindahan tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kepompong tersebut akan sangat mudah rusak dan mati. Oleh sebab itu, setelah dipindahkan dengan benar, Anda juga harus memastikan bahwa kepompong tersebut tidak ada yang bertumpuk dan sudah tersebar merata. Setelahnya, jangan lupa untuk menutup kembali tempat tersebut dengan koran yang rapat. 3. Menyiapkan tempat untuk kumbang Dalam waktu kurang lebih 10 hari sejak pertama kali menjadi kepompong, kepompong-kepompong yang sudah dipisahkan tersebut akan berubah menjadi kumbang. Anda harus menyiapkan tempat atau kotak yang baru untuk tempat kumbang bertelur. Tempat tersebut sendiri harus sudah dilapisi oleh kapas di bagian bawahnya, agar telur-telur yang nantinya dikeluarkan oleh kumbang tidak akan rusak. Pemisahan kumbang ke tempat barunya sendiri dilakukan setelah sayap kumbang berwarna hitam. Anda harus secara rutin memisahkan kapas yang sudah ada telurnya dari kumbang dan menggantinya dengan kapas yang baru lagi. Pakan yang diberikan pada kumbang juga sama, yaitu ampas tahu, dedak atau pur, hanya saja jumlah yang harus diberikan perlu dikurangi menjadi 100 gr setiap tiga hari sekali. 4. Pemisahan Kumbang Proses selanjutnya adalah pemisahan kumbang yakni dengan cara menyiapkan nampan yang baru. Belikan alas pada nampan tersebut dengan menggunakan kapas. Fungsi dari kapas yakni digunakan kumbang dalam melakukan perkawinan dan meletakan telurnya. Cara ternak ulat hongkong ini bisa dilakukan dengan cara mengambil kumbang yang telah memiliki sayap dengan warna hitam mengkilap Setelah 7 hari maka kumbang tersebut dipindahkan kembali kewadah yang baru dengan melapisi kapas pada alasnya. Wadah yang sudah tidak ada kumbangnya akan berisi telur kumbang yang akan menetas sekitar 10 hari menjadi larva yang kecil. Ketahuilah bahwa larva inilah yang disebut sebagai ulat hongkong. Sekitar umur 30 hari ulat-ulat tersebut dapat dipisahkan dari kapas ke tempat atau wadah yang baru untuk melakukan pembesaran. 5. Penetasan telur Dalam kurun waktu 10 hari, biasanya telur-telur kumbang tersebut akan menetas menjadi ulat. Namun, Anda tidak bisa langsung mengambilnya karena ukuran ulat yang masih sangat kecil. Waktu yang paling pas untuk mengambil ulat adalah saat usia ulat hongkong tersebut sudah mencapai 30 hari. Di usia tersebut, Anda sudah bisa memisahkan ulat-ulat yang ada di kapas ke tempat yang berbeda untuk langsung dipasarkan. Saat menjadi ulat, Anda harus tetap memberi pakan, namun kali ini pakan yang diberikan sudah bisa berupa sayuran seperti sawi, atau capcay. 6. Pemberian Pakan Ulat Hongkong Pakan Ulat Bibit Pemberian pakan ulat bibit dilakukan dengan interval 4 hari sekali dengan jumlah sekitar 500 gram. Pemberiannya bisa dilakukan dengan mengepal menjadi 3 bagian agar ulat kepompong yang sudah ada sebelumnya tidak tertimpa makanan sehingga terjadi proses pembusukan. Pakan yang bisa diberikan antaralain ampas tahu dan dedak yang telah kita aduk atau campurkan dengan pur atau tepung tulang. Sedangkan pada kumbang pastikan jangan terlalu memberikan pakan. Proses pemberiannya bisa dilakukan dengan menyebar secara merata sebanyak 100 gram untuk sekali makan dimana dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari. Pakan Ulat Kecil Apabila ulat masih berada di dalam kapas alangkah baiknya menggunakan pakan berupa sayuran selada yang telah dilakukan penjemuran hingga setengah kering. Kemudian bila ulat telah terpisah dengan kapas pemberian pakan dilakukan sebanyak 1 kg yang dikepal dan sebagian yang lainnya di sebar secara merata. Untuk ulat yang telah memiliki panjang sekitar 6 mm dan diameter sekitar 1,5 mm biasanya berusia 30 – 60 hari bisa diberikan 2 kg makanan. Sedangkan untuk ulat yang telah menginjak dewasa yakni sekitar 60 – 90 hari pemberian pakan dilakukan 1,5 hingga 2 kg per kotaknya. 7. Perawatan Saat Ternak Ulat Hongkong Salah satu yang harus diperhatikan dalam ternak ulat hongkong ini adalah suhu kandang. Suhu yang paling baik atau ideal yakni sekirat 29-30 derajat celcius dimana kandang tersebut memiliki sirkulasi yang baik. Jika kedua hal tersebut telah berjalan dengan baik maka dipastikan akan memberikan kesuburan bagi perkembangan ulat hongkong tersebut. 8. Penyakit Ulat Hongkong Seperti hewan secara umumnya, ulat hongkong juga sangat rentan terhadap serangan penyakit yang mengakibatkan kegagalan dalam ternak atau budidanya. Agar tahu bagaimana cara untuk mengatasi penyakit, berikut adalah beberapa penyakit ulat hongkong yang sering menyerang Kulit berubah warna Penyakit pertama yang sering menyerang adalah perubahan warna yang terjadi pada kulit ulat menjadi warna kuning kehitam hitaman. Cara untuk mengatasinya adalah jangan memberikan makanan terlalu banyak yang berupa daun-daunan dan jangan juga memberikan dedak terlalu berlebihan. Kematian ulat dan berwarna merah Penyakt ini sering terjadi karena disebabkan oleh bakteri ataupun cendawan. Cara pencegahan terbaik adalah dengan memberikan pakan yang tidak terlalu lembab. Apabila ulat sudah terlanjut terserang dan mati segeralah untuk membuang dan memusnakannya agar tidak menyerang ke ulat lainnya yang masih hidup. Kematian ulat dan berwarna hitam Bila terjadi pada beberapa ulat, langkah untuk mengatasinya yakni dengan melakukan penyebaran pada makanan. Penyakit ini bisa yterjadi pada ulat dewasa dengan usia 1 hingga 3 bulan. Demikianlah Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula. Jangan lupa untuk mempersiapkan tempat terlebih dahulu sebelum memulai perkembangbiakkan tersebut karena pada dasarnya tempat adalah faktor terpenting dalam budidaya ulat hongkong ini. Baca Juga Cara Budidaya Ulat Jerman
1Cara Tepat Memelihara Ulat Hongkong Agar Cepat Panen 1.1 1. Pemilihan Induk 1.2 2. Tempat Memelihara 1.3 3. Masukkan Ulat Hongkong 1.4 4. Pemeliharaan Toples 1.5 5. Pemberian Pakan Ulat Bibit dan Ulat Kecil 1.6 6. Pindahkan Kumbang Dewasa dan Ulat 1.7 7. Mengatasi Penyakit 1.8 8. Panen Ulat Hongkong 1.9 Share this:
Ulat hongkong adalah larva proses metamorfose dari kumbang kecil, Yaitu dari telur – larva – kepompong – kumbang, Dan larva itulah yang disebut ulat hongkong. Ulat hongkong mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi, Adapun kegunaanya adalah sebagai makanan ternak burung, reptile, ikan dan bisa juga untuk makanan ternak kroto. Semakin menjamurnya pecinta burung dan reptile,Sehingga membuat permintaan ulat hongkong terus meningkat. Bagi anda yang ingin usaha budidaya ulat hongkong, Ini adalah peluang yang sangat bagus, Karena sampai saat ini harga ulat hongkong terus naik, Dan di beberapa daerah bisa tembus sampai Rp. 100 ribu/kg. Budidaya ulat hongkong tidaklah sulit, Hanya butuh ketelatenan serta kesabaran,dan untuk anda pemula yang berminat usaha ternak ulat hongkong, ikuti langkah-langkah berikut ini; Baca disini Artikel atau pembahasan yang anda cari 1. Persiapan kandang Sebelum kita memulai usaha ternak ulat hongkong, Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan kandang. Untuk kandang ternak ulat hongkong sangatlah simple, Kita bisa menggunakan wadah berbahan triplek atau kayu, Bisa juga menggunakan kontainer plastik yang mudah didapat. Idealnya kandang ulat hongkong mempunyai ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm, tinggi 7 cm, jika menggunakan triplek, bagian tepinya harus di lapisi lakban plastik keliling, Tujuannya agar ulat tidak keluar kandang. Buatlah rak dengan rangka kayu atau bambu untuk menyusun wadah-wadah tersebut. Budidaya ulat hongkong tidak memerlukan tempat yang luas, Cukup memanfaatkan ruangan/gudang yang tidak terpakai atau didalam rumah, Yang penting terhindar dari binatang predator lain. 2. Pemilihan bibit Jika kandang sudah kita persiapkan, Langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit, Pilihlah bibit yang bagus, agar mendapatkan hasil yang berkualitas, Bibit dapat kita beli dari yang masih ulat atau yang sudah jadi kumbang. Baca juga Kendala ternak ulat hongkong. Disini saya akan membahas bibit yang mulai dari ulat, Ulat yang sudah kita dapatkan langsung kita taruh di wadah yang sudah kita persiapkan, Maksimal dalam satu wadah kita isi bibit 2 kg, Yang berukuran panjang 2 – 3 cm dengan diameter 3 – 4 mm. Ulat yang berukuran tersebut diatas akan berubah menjadi kepompong sekitar 7 – 10 hari secara bergantian. 3. Berkembang biak Cara kembang biak ulat hongkong adalah bertelur, Telur akan bermetamorfose secara sempurna, hingga menjadi kumbang dewasa. Dalam usaha budidaya ulat hongkong, Setiap perubahan metamorphose pada ulat hongkong harus diperlakukan sebagai berikut. – Pemisahan kepompong Ulat yang sudah menjadi kepompong harus kita pisahkan di tempat yang berbeda, jika tidak dipisah ditakutkan ulat hongkong memakan kepompong-kepompong tersebut. Kepompong yang akan kita pisahkan haruslah yang sudah berwarna putih kecoklatan, Pengambilanya pun haruslah berhati –hati agar kepompong tidak luka atau lecet, Karena jika kepompong luka atau lecet bisa mengakibatkan kematian atau busuk. Kemudian kepompong kita taruh secara merata ditempat yang sudah dilapisi Koran, Jangan sampai bertumpuk, dan atasnya kita tutup lagi dengan Koran, kepompong yang sudah dipisahkan akan mulai berubah menjadi serangga sayap putih kumbang muda sekitar 10 hari. – Pemisahan kumbang Setelah kepompong berubah menjadi kumbang, Siapkan lagi wadah baru, dan alasnya dilapisi dengan kapas, kapas tersebut adalah sebagai tempat kumbang kawin dan bertelur. Kemudian ambil kumbang yang sayapnya sudah mulai berwarna hitam mengkilap, taruh di wadah yang sudah dilapisi kapas, Setelah 7 hari kumbang dipindah kewadah baru lagi yang alasnya dilapisi kapas. Wadah yang sudah tidak ada kumbangnya adalah berisi telur kumbang yang akan menetas sekitar 10 hari dan menjadi larva kecil, larva inilah yang disebut ulat hongkong, Pada umur 30 hari, ulat dapat kita pisahkan dari kapas kewadah yang baru atau tempat pembesaran. Lakukan cara tersebut diatas sampai kumbang mati sendiri atau kering, dan biasanya ulat hongkong sudah bisa dipanen dan dijual setelah umur 50 hari. 4. Perawatan serta pemberian pakan Untuk perawatan yang harus diperhatikan adalah suhu udara kandang, Idealnya adalah 29 – 30°C, serta sirkulasi udara yang baik. Pakan yang biasa diberikan pada ulat hongkong adalah, Ampas tahu, bekatul, serta sayuran hijau, seperti daun selada, labu dan apel, atau baca artikel berikut Makanan ternak ulat hongkong agar cepat panen. Untuk memberikan ampas tahu atau bekatul sebaik dibuat gumpalan-gumpalan, Yang tujuannya agar tidak menimpa ulat itu sendiri, Pakan harus diberikan secara bergantian yaitu ampas tahu , bekatul, serta sayuran hijau, Agar asupan nutrisinya dapat terpenuhi. Makanan yang diberikan harus betul-betul habis baru diganti dengan yang baru, dan sisa-sisa makanan serta kulit kering dari hasil pergantian kulit harus rutin dibersihkan, Agar memudahkan pengambilan atau pemisahan kepompong. Saat ulat menjadi kepompong tidak perlu dikasih makan, Karena kepompong tidak butuh makan. Sedangkan untuk pakan ulat yang baru menetas atau baru dipisah dari kapas bisa dicampur dengan tepung tulang atau voer, Yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhannya. Setelah tahap demi tahap dilakukan, tiba saatnya panen, Hasil panen bisa dijual sebagian, dan yang sebagian lagi bisa digunakan sebagai bibit baru, Untuk memperbanyak produksi dan tidak perlu membeli bibit lagi. Demikianlah cara budidaya ulat hongkong bagi pemula, Cukup mudah bukan?,,,, hanya perlu ketelaten dan kesabaran, Semoga dapat membantu anda yang berminat usaha ini, Mari kita Belajar Beternak, TERIMA KASIH.
4G9a2Ef. g2ta1m732k.pages.dev/485g2ta1m732k.pages.dev/80g2ta1m732k.pages.dev/429g2ta1m732k.pages.dev/300g2ta1m732k.pages.dev/160g2ta1m732k.pages.dev/495g2ta1m732k.pages.dev/22g2ta1m732k.pages.dev/327
makanan ulat hongkong agar tidak mati