Namun, mengapa pada naskah asli proklamasi it, Sukarno menuliskan tanggal 17-8-05 (hari 17-boelan 8- tahoen 05) bukan 17-8-1945i. Mengutip UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno di laman perpusbungkarno.perpusnas.go.id, pada 1945 Indonesia masih di bawah pendudukan Jepang, sehingga kalender yang digunakan saat itu masih tahun Jepang, atau Ya, masih ingatkah kalian dengan kata-kata Bung Karno itu. Kata-kata tersebut menurut saya pemuda adalah sosok yang sangat berpengaruh dan ikut berperan serta untuk membangun bangsa bahkan dunia ini maju dan merubah kehidupan. Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan keadaan pemuda kita sekarang ini. Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948) Siasat, Th III, No. 96 1949. Itulah 4 Puisi tentang sejarah kebudayaan Indonesia. Kiranya dapat membuat kita semakin bangga akan tanah kelahiran tercinta. Terus semangat, kobarkan nasionalisme dan patriotisme di hati. Garuda di dadaku! (Ve) Nasionalisme.
Orang-orang semacam ini, kata Bung Karno, meliputi bagian terbanyak dari rakyat. Semua menjadi pemilik dari alat produksi mereka sendiri, jadi mereka bukanlah rakyat proletar seperti yang disebut para aktivitis komunis saat itu. Mereka punya sifat khas tersendiri, mereka tidak termasuk dalam salah satu bentuk penggolongan.
Terkait pertanyaan mengenai kondisi IKN saat ini, Jubir Muda Ganjar Mahfud, Virdian yang juga hadir langsung di tanah IKN menanggapi dengan membandingkan proyek IKN dengan proyek Semanggi yang dilakukan Bung Karno. "Dulu sebelum Semanggi dibangun Sukarno, Semanggi itu kawasan rawa. Banyak yang mempertanyakan ketika Sukarno membangun Semanggi.
Tidak banyak yang tahu, bahwa Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia, juga berkarya dalam puisi. Dalam puisi yang berjudul “Aku Melihat Indonesia” berikut ini, Bung Karno seperti biasanya, membanngkitkan dan mengobarkan semangat untuk mencintai tanah air Indonesia. Sumber ilustrasi: PEXELS. Siapa sih yang tidak pernah mendengarkan puisi antologi esai yang berjudu Mata luka sengkon karta hasil buah pemikiran dari Peri Sandi Huizhe yang sempat viral di banyak media sosial yang dibacakan langsung oleh penulisnya sendiri dalam acara tadarus puisi ramadan. Puisi tersebut merupakan salah satu puisi yang banyak Ini sumber aslinya yang jadi rujukan pendidikan Pancasila," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY. Djarot Saiful Hidayat dan Eko Suwanto di Perpustakaan Bung Karno (Istimewa) Hartono, Kepala Perpustakaan Bung Karno menyatakan rasa bangga atas keberadaan perpustakaan yang diinisiasi oleh Djarot Syaiful Hidayat saat menjabat Walikota Blitar. wFHRVe.
  • g2ta1m732k.pages.dev/296
  • g2ta1m732k.pages.dev/475
  • g2ta1m732k.pages.dev/49
  • g2ta1m732k.pages.dev/322
  • g2ta1m732k.pages.dev/195
  • g2ta1m732k.pages.dev/77
  • g2ta1m732k.pages.dev/225
  • g2ta1m732k.pages.dev/459
  • puisi kata bung karno